Sabtu, 28 Februari 2015

Aku menemukanku

Apakah kamu pernah melakukan pencarian terhadap dirimu sendiri??? Apakah kamu pernah melakukan petualangan ke alam pikiranmu sendiri, Ke lubuk hatimu sendiri??? Perjalanan ke dirimu sendiri? Atau kamu terlalu percaya diri merasa mengenali diri sendiri, mengetahui setiap jalan di alam pikiranmu sendiri, smana bagian yg menanjak, menikung, berbatu, berlubang, jalan yg lurus atau tujuan yg bakal direngkuh
 dari setiap jalan yg ditempuh.

Aku selama 25 tahun ini sama sekali belum pernah melakukannya.  Aku hanya berjalan mengikuti apa yg alam suguhkan, atau garis tangan yg tentukan atau kemana saja yg dunia tawarkan.

Sibuk, aku sibuk sekali dengan perjalanan itu. Dia membentukku, tapi apakah sungguh ini yg kumau???

aku lelah, berkeluh kesah, ingin kulampiaskan amarah, aku merasa ini sangat parah.
Aku hanya bisa mendesah tanpa tahu siapa yg salah. Akukah yg terlalu gegabah hingga jalanku hampir salah arah? Aku merasa bahwa aku orangnya parah, aku harus putar arah hingga pada akhirnya aku tidak salah langkah. 

Aku berbalik, diam melintasi alam pikiran, kumainkan kembali setiap jejak yg berhasil kujejal, ada saat dimana aku tersenyum pada diri sendiri, ada saat aku mengutuki diri sendiri, ada saat aku menangisi diri sendiri, lalu kutemukan kejadian hari ini, aku menemukanku, menemukan diriku, disenyum tulus mereka, pada semangat mereka, pada rengek tangis mereka, pada tingkah lucu mereka, pada kenakalan mereka yg malah mengindang tawa, hari ini mereka menunjukkan diri mereka
 Memperlihatkan padaku bahwa meski mereka belum lama mengenal dunia, meski belum banyak kosakata yg mereka punya, meski menyebut namakupun mereka belum sempurna, "mis ata" kata mereka, meski mereka belum lurus jalannya, bahkan berlari kecil sejauh 2 meter saja jatuhnya berkali-kali, tapi hari ini melihat aksi mereka di panggung sana, org melihat mereka luar biasa tapi kudapati mereka lebih luar biasa lagi karena mereka mbuatku merasa bahwa aku ada dan aku luar biasa.

Aku menemukanku bersama mereka.
Temukan dirimu maka ada sukacita meski kamu tak kaya harta atau pemilik rupa yg jelita.
Passion. Mungkin begitu orang-orang barat menyebutnya...

Kamis, 26 Februari 2015

Review

Goodreads, aku mulai mempelajarinya. Apa yg dapat kukembangkan disana. Semangat membaca. Tidak kurang tidak lebih aku rasa itu. Dalam diamnya goodreads mengajukan sebuah tuntutan agar kita segera memilih buku untuk dibaca, mencantumkan kita sedang berada dihalaman berapa, memberi rating pada buku yg kita baca dan menuliskan review dari buku yg kiya baca. Dari sekian buku yg kubaca baru ada satu yg kutuliskan reviewnya
 Di goodreads, saat mereview aku mengenang kembali isinya, mencantkan hal-hal mengesankan juga yg kurang. Kudapati aku sama sekali tidak ahli, tapi aku akan belajar lagi bagaimana aku harus mereview, tapi kali ini yg kureview tdk hanya kisah dalam buku tapi juga kisahku mungkin jg kisahmu.

Selamat meREVIEW...!!!