Minggu, 30 November 2014

bermimpilah...!!!!

"untung saja bermimpi itu tidak bayar sis," kukatakan itu lewat blackberry messenger (BBM) malam itu kepada siska, seorang gadis cantik yg tidaklah berlebihan jika aku menyebutnya sahabat.  Ya, beberapa hari belakangan ini kami memang sering membahas mimpi2 kami. Di usia yg tidak lagi teenagers kami masih menjaga baik-baik mimpi kami. Kami memiliki impian yg sama, Paris dan Playgroup. Sejak menjadi mahasiswa dijurusan bahasa prancis, aku mulai bermimpi ke Paris kemudian setelah lulus aku bekerja menjadi pengajar di sebuah playgroup aku mulai bermimpi mendirikan sebuah playgroup. Sementara dia semenjak menjadi mahasiswa psikologi dia mulai minat terhadap psikologi anak. Karena kami sahabat ia ingin berada di puncak eiffel bersama-sama denganku. Impian kami yg berbeda adalah aku ingin menjadi seorang penulis sedangkan dia ingin menjadi pebisnis. Melihat buku hasil karyaku berdiri diantara deretan buku2 lain di toko buku adalah impianku yg paling mendesak. Bikin sesak. Memiliki sebuah kafe yg ramai dikunjungi pembeli adalah impiannya yg tak mungkin bisa lepas dari pikirannya yg bebas.

Meski tak yakin akan bisa mengubah mimpi itu menjadi kenyataan kami masih saja terus setia dgn mimpi-mimpi kami.

Mimpi itulah yg terus menyemangati kami untuk bergerak maju. Mimpi itu ibarat sebuah sihir yg mempercepat langkah kami.

Kami sama sekali tidak ingin kembali tidur setelah mendapatkan mimpi itu. Kami malah ingin terus melek, melihat kiri kanan barang kali kami bertemu jalan untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu.

Ada banyak kisah tentang bagaimana ampuhnya mimpi itu mampu mengubah hidup seseorang. Andrea hirata mengatakan dalam bukunya yg berjudul sang pemimpi, "bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi2mu". Agnes monica seorang artis papan atas yg bermimpi mampu bersaing di kancah tarik suara internasional pernah berkata, "dream, believe, And make it happen. Sementara itu senior Agnes monica Anggun c.sasmi pelantun lagu "mimpi" juga mengatakan "jika kita telah bermimpi jgn kembali tidur lagi, segera bangun dan wujudkan mimpi itu".

Itu hanya sebagian kecil kisah orang terkenal karena memiliki mimpi, masih banyak kisah lain dikalangan masyarakat yg tidak terekspos.

Ya, semuanya berawal dari mimpi, maka bermimpilah.

Jikalau Paris adalah mimpiku dan siska,  aku katakan padanya,  Paris hanya sejauh doa.
Mimpi2 kita hanya sejauh doa.

Sabtu, 29 November 2014

perjalanan


Menapaki jalan setapak yg penuh liku, mendaki dan ditumbuhi tumbuhan liar berduri aku belum pernah tapi aku membayangkan bagaimana rasanya itu, membingungkan, melelahkan dan tentu saja menyakitkan.

Menelusuri jalan panjang ditengah terik mentari, berdebu dan dipenuhi batu-batuan tajam berserakan di sepanjang jalan itupun aku belum pernah tapi kamu pasti juga bisa membayangkan bagaimana rasanya itu.

Akankah kita berhenti menapaki jalan itu jika kita mengetahui ada sebuah tempat indah di ujung jalan itu???

Akankah kita berhenti menelusuri jalan panjang itu jika kita mengetahui ada tempat menarik yg dipenuhi dengan kelimpahan akan segala sesuatu yg kita butuhkan diujung jalan itu???

atau sebaliknya...

Akankah kita terus melangkah menapaki dan menelusuri jalan itu sementara kita tidak tahu apa yg akan kita temui diujung jalan itu, apakah mara bahaya, tempat sumber petaka atau keindahan yg tiada taranya.

Atau

Pernahkah kamu membayangkan menapaki sebuah jalan yg di penuhi bunga2 yg harum nan mewangi kiri kanan jalan disuguhi pemandangan indah tak terlupakan.
Bayangkan bagaimana rasanya itu pasti kita tidak merasa lelah sama sekali dan rasanya kita tidak ingin berhenti.

Tapi, akankah kita terus berjalan meski kita tahu diujung jalan akan kita temukan sebuah kehancuran dan kebinasaan???

Akankah kita terus berjalan jika kita tahu diujung jalan hanya ada sebuah kepahitan dan kenistaan.

Ya, hidup adalah sebuah perjalanan. Apakah kita sedang berjalan dijalan yg benar menuju kekekalan dan kelimpahan atau sedang menuju kehancuran dan kebinasaan.