"untung saja bermimpi itu tidak bayar sis," kukatakan itu lewat blackberry messenger (BBM) malam itu kepada siska, seorang gadis cantik yg tidaklah berlebihan jika aku menyebutnya sahabat. Ya, beberapa hari belakangan ini kami memang sering membahas mimpi2 kami. Di usia yg tidak lagi teenagers kami masih menjaga baik-baik mimpi kami. Kami memiliki impian yg sama, Paris dan Playgroup. Sejak menjadi mahasiswa dijurusan bahasa prancis, aku mulai bermimpi ke Paris kemudian setelah lulus aku bekerja menjadi pengajar di sebuah playgroup aku mulai bermimpi mendirikan sebuah playgroup. Sementara dia semenjak menjadi mahasiswa psikologi dia mulai minat terhadap psikologi anak. Karena kami sahabat ia ingin berada di puncak eiffel bersama-sama denganku. Impian kami yg berbeda adalah aku ingin menjadi seorang penulis sedangkan dia ingin menjadi pebisnis. Melihat buku hasil karyaku berdiri diantara deretan buku2 lain di toko buku adalah impianku yg paling mendesak. Bikin sesak. Memiliki sebuah kafe yg ramai dikunjungi pembeli adalah impiannya yg tak mungkin bisa lepas dari pikirannya yg bebas.
Meski tak yakin akan bisa mengubah mimpi itu menjadi kenyataan kami masih saja terus setia dgn mimpi-mimpi kami.
Mimpi itulah yg terus menyemangati kami untuk bergerak maju. Mimpi itu ibarat sebuah sihir yg mempercepat langkah kami.
Kami sama sekali tidak ingin kembali tidur setelah mendapatkan mimpi itu. Kami malah ingin terus melek, melihat kiri kanan barang kali kami bertemu jalan untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu.
Ada banyak kisah tentang bagaimana ampuhnya mimpi itu mampu mengubah hidup seseorang. Andrea hirata mengatakan dalam bukunya yg berjudul sang pemimpi, "bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi2mu". Agnes monica seorang artis papan atas yg bermimpi mampu bersaing di kancah tarik suara internasional pernah berkata, "dream, believe, And make it happen. Sementara itu senior Agnes monica Anggun c.sasmi pelantun lagu "mimpi" juga mengatakan "jika kita telah bermimpi jgn kembali tidur lagi, segera bangun dan wujudkan mimpi itu".
Itu hanya sebagian kecil kisah orang terkenal karena memiliki mimpi, masih banyak kisah lain dikalangan masyarakat yg tidak terekspos.
Ya, semuanya berawal dari mimpi, maka bermimpilah.
Jikalau Paris adalah mimpiku dan siska, aku katakan padanya, Paris hanya sejauh doa.
Mimpi2 kita hanya sejauh doa.
Meski tak yakin akan bisa mengubah mimpi itu menjadi kenyataan kami masih saja terus setia dgn mimpi-mimpi kami.
Mimpi itulah yg terus menyemangati kami untuk bergerak maju. Mimpi itu ibarat sebuah sihir yg mempercepat langkah kami.
Kami sama sekali tidak ingin kembali tidur setelah mendapatkan mimpi itu. Kami malah ingin terus melek, melihat kiri kanan barang kali kami bertemu jalan untuk mewujudkan mimpi-mimpi itu.
Ada banyak kisah tentang bagaimana ampuhnya mimpi itu mampu mengubah hidup seseorang. Andrea hirata mengatakan dalam bukunya yg berjudul sang pemimpi, "bermimpilah, maka Tuhan akan memeluk mimpi2mu". Agnes monica seorang artis papan atas yg bermimpi mampu bersaing di kancah tarik suara internasional pernah berkata, "dream, believe, And make it happen. Sementara itu senior Agnes monica Anggun c.sasmi pelantun lagu "mimpi" juga mengatakan "jika kita telah bermimpi jgn kembali tidur lagi, segera bangun dan wujudkan mimpi itu".
Itu hanya sebagian kecil kisah orang terkenal karena memiliki mimpi, masih banyak kisah lain dikalangan masyarakat yg tidak terekspos.
Ya, semuanya berawal dari mimpi, maka bermimpilah.
Jikalau Paris adalah mimpiku dan siska, aku katakan padanya, Paris hanya sejauh doa.
Mimpi2 kita hanya sejauh doa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar