Menapaki jalan setapak yg penuh liku, mendaki dan ditumbuhi tumbuhan liar berduri aku belum pernah tapi aku membayangkan bagaimana rasanya itu, membingungkan, melelahkan dan tentu saja menyakitkan.
Menelusuri jalan panjang ditengah terik mentari, berdebu dan dipenuhi batu-batuan tajam berserakan di sepanjang jalan itupun aku belum pernah tapi kamu pasti juga bisa membayangkan bagaimana rasanya itu.
Akankah kita berhenti menapaki jalan itu jika kita mengetahui ada sebuah tempat indah di ujung jalan itu???
Akankah kita berhenti menelusuri jalan panjang itu jika kita mengetahui ada tempat menarik yg dipenuhi dengan kelimpahan akan segala sesuatu yg kita butuhkan diujung jalan itu???
atau sebaliknya...
Akankah kita terus melangkah menapaki dan menelusuri jalan itu sementara kita tidak tahu apa yg akan kita temui diujung jalan itu, apakah mara bahaya, tempat sumber petaka atau keindahan yg tiada taranya.
Atau
Pernahkah kamu membayangkan menapaki sebuah jalan yg di penuhi bunga2 yg harum nan mewangi kiri kanan jalan disuguhi pemandangan indah tak terlupakan.
Bayangkan bagaimana rasanya itu pasti kita tidak merasa lelah sama sekali dan rasanya kita tidak ingin berhenti.
Tapi, akankah kita terus berjalan meski kita tahu diujung jalan akan kita temukan sebuah kehancuran dan kebinasaan???
Akankah kita terus berjalan jika kita tahu diujung jalan hanya ada sebuah kepahitan dan kenistaan.
Ya, hidup adalah sebuah perjalanan. Apakah kita sedang berjalan dijalan yg benar menuju kekekalan dan kelimpahan atau sedang menuju kehancuran dan kebinasaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar